Banyak band yang punya cara terlalu umum untuk memperkenalkan diri sebagai band baru: rilis satu lagu, bikin konten, tunggu algoritma bekerja. SautKat tidak melakukan itu.
Jujur saja, saya bukan orang yang biasa masuk ke ruang ini. Dunia virtual idol, dengan segala lore konstelasi dan fandom yang memiliki nama sendiri, adalah
Sekian malam-malam tertentu ketika langit-langit kamar terasa lebih hidup daripada dunia di luar sana. Kita menatapnya terlalu lama, lalu tanpa sadar mulai memikirkan banyak hal:
Ada sesuatu yang terasa familiar ketika pertama kali mendengar “Valley of Whispers”, debut single Moose, quintet atmospheric/post black metal asal Sidoarjo yang baru saja merilis
Ada sebuah pertanyaan yang mungkin pernah mampir, setidaknya sekali, di kepala siapa pun yang pernah tinggal cukup lama di Jakarta: sampai kapan? Sampai kapan kita
Feature oleh Puti Cinintya Arie Safitri Masuk Ke Sana Akan selalu ada cara yang berbeda dari bagaimana kita pertama kali mendengar sebuah album. Ketika album
Malang, 25 April 2026. Sore itu, Bento Kopi UMM di Tegalgondo sudah mulai ramai bahkan sebelum matahari benar-benar turun. Sekitar pukul 16.00 WIB, orang-orang berdatangan,
Ada masa ketika sebuah band memilih untuk diam untuk memberi ruang pada dirinya sendiri. The Bunbury datang dari fase seperti itu. Kurang lebih satu tahun
19 April 2026, Kopikina menyelenggarakan event bertajuk Homegrown Club: Local Talent. Local stage. No filter. This is Bogor’s sound, uncut. Pada hari yang sama, mereka
Akhirnya, “Bread & Circus” terasa bukan sekadar rilisan baru, ini semacam pergeseran sikap. Bukan cuma secara musikal, tapi juga cara mereka memposisikan diri di tengah