MADMAX — Glitté (2025)

Eksperimen romantis dari suara kolektif.

Di tengah gemuruh panggung musik independen yang makin berwarna, muncul MADMAX, sebuah band muda asal Tangerang Selatan dan Bogor yang pelan-pelan menorehkan jejaknya. Empat personelnya — Vika (vokal & gitar ritme), Nadya (drum), Vierdha (bas), dan Anin (gitar utama) — bukan sekadar nama baru yang lewat begitu saja. Setelah meluncurkan debut single “Reverse Psychology” pada Mei lalu, mereka kembali dengan karya kedua, sebuah lagu berjudul “Glitté” yang dirilis pada 29 Agustus 2025.

Kalau single pertama mereka terasa eksploratif dan sedikit penuh misteri, kali ini MADMAX memilih jalur berbeda: romantis, dreamy, sekaligus lebih pop. “Glitté” adalah lagu cinta pertama yang mereka hadirkan, dan yang membuatnya istimewa, untuk pertama kalinya seluruh personel ikut menyumbangkan suara. Vokal kolektif itu membentuk harmoni segar, seperti kumpulan cerita yang akhirnya bertemu di satu titik terang.

“Aransemen jadi tantangan utama kami,” ungkap Vika dalam obrolan usai salah satu latihan. “Karena dari segi lirik dan chord progression, banyak dipengaruhi artis-artis pop. Tapi kami ingin tetap menjaga idealisme: bagaimana membuatnya terdengar dreamy dan punya karakter MADMAX.”

Menariknya, benih “Glitté” sudah ditanam jauh sebelum band ini terbentuk. Vika menulis draft awalnya pada 2019, saat masih duduk di bangku kelas dua SMA. Ia menyusunnya dari serpihan kalimat yang dulu sering ia dengar dalam playlist lagu cinta favoritnya. Dari situ lahirlah sebuah lagu yang ringan, jujur, dan apa adanya tentang perasaan jatuh cinta — sesuatu yang universal, tapi tetap personal.

Secara sonik, “Glitté” bergerak di ranah bedroom-pop dengan balutan elektronik yang lembut. Referensi mereka pun berlapis: lirik yang sedikit banyak terinspirasi dari Tyler The Creator, Jakob Ogawa, Ariana Grande, hingga Clairo; sementara arah instrumen lebih condong ke nuansa Shelly dan Alvvays. Perpaduan itu membuat hasil akhir terdengar seperti sebuah percakapan manis di antara teman dekat yang berubah jadi lagu.

Di balik proses kreatifnya, Sandhewa Beryl bertindak sebagai produser sekaligus sosok yang meracik mixing dan mastering. Rekaman dilakukan di SAE Institute Jakarta bersama tim teknisi yang juga masih sebaya dengan para personel MADMAX: Tobias Hosea, Eugene De Moby Montaro, Noah Vincent Van Den Bos, dan Muhammad Aidan Julius. Artwork dari Faza Rizky melengkapi paket ini, membuat “Glitté” tampil sebagai karya yang bukan cuma terdengar, tapi juga terlihat penuh cinta.

Lebih dari sekadar rilisan digital, single ini terasa seperti pernyataan baru dari MADMAX: bahwa mereka berani keluar dari pola, mencoba nuansa yang lebih hangat, bahkan mengundang audiens untuk merasakan euforia naksir pertama lewat suara kolektif mereka.

Dan seperti kilau kecil yang namanya diambil dari kata “glitter,” lagu ini menyala lembut, mungkin tidak menyilaukan, tapi cukup untuk membuat siapa pun tersenyum dan mengingat kembali momen jatuh cinta.

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment