“Salam Kenal”: Lagu Vidi Aldiano yang Kini Terasa Seperti Pesan Terakhir

2 comments

“Salam Kenal” karya Vidi Aldiano kembali muncul di YouTube. Membaca ulang lagu itu hari ini terasa seperti memahami pesan yang dulu terlewat.

Saya kaget ketika melihat ada pembaruan di channel YouTube milik Vidi Aldiano.

Sebuah lagu lama tiba-tiba muncul kembali di beranda yang berjudul “Salam Kenal”.

Lagu itu diunggah ulang.

Entah siapa yang menginisiasinya, entah sekadar algoritma atau keputusan tim, tapi melihat judul itu muncul lagi justru terasa menyesakkan. Seolah sebuah pesan lama dibuka kembali, tepat ketika maknanya terasa jauh lebih berat dari sebelumnya.

“Salam Kenal” sendiri pertama kali dirilis ke ruang publik pada 6 Juli 2022 di kanal YouTube resmi Vidi. Lagu ini ditulis bersama Barsena Bestandhi, dan saat itu Vidi pernah menjelaskan bahwa lagu tersebut lahir dari sebuah memori tentang seseorang di masa lalu, seseorang yang akhirnya pergi darinya dan menemukan kehidupan baru bersama orang lain.

Alih-alih memprotes atau meratap, lagu itu justru terasa sangat dewasa, yaitu sebuah salam kepada orang baru yang kini menemani seseorang yang pernah begitu berarti.

Semacam pesan, “tolong jaga dia”.

Ketika lagu ini pertama kali dirilis, banyak netizen mengaitkannya dengan Maudy Ayunda. Bukan tanpa alasan. Hubungan persahabatan mereka sudah berlangsung lebih dari satu dekade, dan kedekatan itu seringkali memancing rumor bahwa keduanya pernah lebih dari sekadar sahabat. Ketika Maudy menikah, sebagian orang membaca “Salam Kenal” sebagai bentuk perpisahan paling elegan yang pernah ditulis dalam sebuah lagu pop Indonesia.

Namun, saat lagu itu muncul kembali sekarang, rasanya berbeda.

Lirik yang dulu terdengar seperti nostalgia kini terasa seperti pesan yang jauh lebih sunyi. Seolah lagu itu bukan hanya berbicara tentang masa lalu, melainkan juga tentang masa depan yang mungkin tak sempat dijalani bersama.

Sulit untuk tidak memikirkan Sheila Dara ketika mendengar lagu itu lagi. Dalam beberapa wawancara, Vidi pernah berbicara tentang ketakutannya terhadap penyakit yang ia derita, termasuk kemungkinan mewariskan risiko kesehatan kepada anaknya. Ia bahkan pernah menyatakan keraguannya untuk memiliki anak, karena tidak ingin meninggalkan beban itu pada orang yang ia cintai.

Di titik itu, “Salam Kenal” terasa seperti lebih dari sekadar lagu tentang mantan.

Ia terdengar seperti pesan yang ditulis seseorang yang sangat mencintai, tetapi juga sangat sadar bahwa cinta kadang harus mempersiapkan kemungkinan paling menyakitkan, yaitu ditinggalkan.

Bukan oleh pilihan.

Tapi oleh waktu.

Jujur saja, saya sebenarnya tidak terlalu mengenal Vidi Aldiano sebelumnya. Dari semua lagunya, yang paling saya kenal hanya “Nuansa Bening”. Lagu itu sudah cukup untuk menggambarkan kesan yang selalu melekat pada dirinya, yaitu suara yang halus, bening, dan penuh perasaan.

Seperti judulnya.

Namun hubungan saya sebagai pendengar berubah ketika saya mulai melihatnya di Podhub. Di sana ia tampil berbeda, lebih santai, lebih manusiawi, bahkan sering terlihat konyol. Ia tertawa, bercanda, dan tak jarang menjadi bahan candaan netizen yang menyebutnya lebih mirip pelawak daripada penyanyi.

Dan justru di situlah saya melihat sisi lain dari Vidi.

Seorang penyanyi yang selalu tampak ceria, tetapi diam-diam menyimpan kegelisahan yang sangat manusiawi. Ketakutan bahwa orang-orang mungkin lupa bahwa ia adalah seorang penyanyi.

Ada sesuatu yang tragis sekaligus indah di situ.

Seorang artis yang kariernya panjang, lagu-lagunya dicintai, tetapi masih memiliki rasa takut yang sama seperti banyak seniman lain, bahwa takut tidak lagi relevan.

Mungkin itulah sebabnya ketika kabar kepergiannya datang, rasanya begitu aneh. Saya bukan penggemar beratnya. Saya tidak mengikuti seluruh diskografinya. Tapi entah kenapa rasanya seperti kehilangan seseorang yang dekat.

Seolah seseorang yang selama ini selalu ada di latar belakang hidup saya—di radio, di playlist, di obrolan santai—tiba-tiba benar-benar hilang.

Dan ketika “Salam Kenal” muncul lagi di YouTube, lagu itu terdengar berbeda.

Bukan lagi sekadar lagu tentang mantan yang menemukan kebahagiaan baru.

Melainkan seperti pesan terakhir dari seseorang yang selalu mencoba menerima hidup dengan cara paling elegan, dengan memberi ruang bagi orang lain untuk bahagia, bahkan jika ia sendiri harus pergi lebih dulu.

Also Read

Bagikan:

2 thoughts on ““Salam Kenal”: Lagu Vidi Aldiano yang Kini Terasa Seperti Pesan Terakhir”

Leave a Comment