RYO — Falling Asleep with Love (2025)

Berbicara tentang cinta dan kerinduan bukan perkara mudah, tapi RYO, singer-songwriter yang ternyata juga dokter spesialis anak, menantang kita untuk menyelami perasaan itu lewat single keduanya, “Falling Asleep with Love”, yang dirilis 22 Juni 2025 di semua platform digital.

Sejak debut solo dengan “La Noche” pada Oktober 2024, RYO (atau Rizki Aryo Wicaksono) berani bereksperimen dengan nuansa berbeda. Jika “La Noche” mengajakmu menelusuri puing-puing patah hati, kali ini RYO membawa kita ke ruang mimpi: lembut, mengawang, dengan sentuhan synth retro-futuristik yang menimbulkan kesan sinematik. Dengarkan saja bagian pembuka — lagu ini perlahan membangun atmosfer nostalgia sekaligus futuristik, seolah kamu tengah membaca surat cinta dari dunia paralel.

Di balik keindahan itu, “Falling Asleep with Love” memendam cerita tentang cinta yang mendalam, namun tak bisa diungkapkan karena jalan hidup yang berseberangan. RYO menulis lagu ini pada Juni 2020, saat dunia terhuyung oleh pandemi. Lima tahun kemudian, di sela-sela kesibukannya sebagai dokter anak, ia memutuskan waktu yang tepat untuk merilisnya — momen yang terasa pas sebagai pembuka rangkaian menuju album penuh perdananya.

Proses rekaman menambah warna unik pada single ini. Bersama Adhe Arrio dan Imam Buana (Double Deer Music), RYO merekam di studio Magic Touch 76, Alam Sutera. Adhe bahkan membantu mixing & mastering, memastikan setiap lapisan suara dreamy dan synth menyatu sempurna. Lalu, keseruan lain: RYO merilis “Falling Asleep with Love” dalam dua versi — produksi studio dan live session. Dua energi berbeda yang sama-sama memikat; kamu bisa memilih versi mana yang paling menyentuh hati.

Aku merasakan bahwa single ini layaknya sebuah undangan untuk bermimpi sambil terjaga. Bagian chorus-nya, dengan vokal halus RYO yang mengambang, bagaikan pelukan hangat sebelum tertidur. Ketika pertama kali menekan play, “Falling Asleep with Love” seakan membuai kita pada tempo santai yang lapang, memberi ruang bagi synth dreamy dan field‑recording ambience untuk ‘bernapas’ panjang — sebuah pembukaan sinematik yang langsung mengundang rasa penasaran. Begitu drum halus dan bass melangkah masuk, aransemen yang simple namun efektif terasa memeluk emosi, progresi chord dengan nuansa minor‑sweet, lalu sekali dua kali menyentil sebelum chorus menerbangkan kita lebih jauh lewat layer vokal ganda dan lead synth dengan reverb khas retro.

Drum membangun ketegangan, mempersiapkan gelombang emosi kedua yang tiba, dilengkapi dengan choir synth di chorus akhir, lalu mereda kembali ke ambience pembuka saat fade‑out. Lagu ini terasa hangat tanpa mengorbankan kejernihan — seolah kita sedang duduk di pojok studio, mendengarnya langsung dari sang penulis lagu. Bagiku, setiap elemen teknis yang mati-matian ku cari tau namanya karena musiknya yang kompleks ini bukan cuma sirkus jago-jagoan musik saja, melainkan undangan untuk tenggelam dalam mimpi cinta yang lembut namun penuh kerinduan.

Selain “Falling Asleep with Love” dan “La Noche,” RYO bakal merilis tujuh lagu lain di album perdananya, yang dijadwalkan keluar tahun ini. Kesembilan lagu itu akan bergerak di tema cinta, emosi, dan refleksi personal — persis seperti cara RYO menyalurkan rindu dan kemanusiaannya lewat nada. Jadi, siapkan telinga dan hati, karena perjalanan musik RYO baru saja dimulai.

Dengarkan “Falling Asleep with Love” dan rasakan sendiri, apakah kamu akan tertidur dengan cinta?

[INTRO MAGZ/PUTI CININTYA ARIE SAFITRI]

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment