Sungkeh, Soome — Airplane Mode (2025)

Bayangkan pagi Sabtu yang hujan rintik lembut dan kamu memutuskan untuk menekan tombol airplane mode — mematikan semua notifikasi, menjauh sejenak dari keruwetan dunia luar. Itulah pintu gerbang yang dibukakan oleh single terbaru Sungkeh & Soome, “Airplane Mode”, yang dirilis pada 27 Juni 2025 melalui Rolé Records.

Dari detik pertama, “Airplane Mode” membungkus kita dalam atmosfer bedroom pop yang syahdu, dengan beat lambat yang dikombinasikan elemen elektronik lo-fi dan ambient. Suara hujan di latar belakang muncul tanpa terkesan dibuat-buat — ia hadir sebagai bagian dari lanskap musiknya, bukan sekadar gimmick. Vokal Soome terdengar santai dan personal, kadang nyaris seperti bisikan yang jujur dari seseorang yang tak sedang tampil, tapi sedang cerita.

Progresi chord yang sederhana mengalir dengan lembut di balik sentuhan synth dan piano elektrik, menciptakan ruang dengar yang lapang. Bassline dari Abul terasa laid-back, memberi fondasi halus tanpa mendominasi, sementara keys dari Yogie Alani menambah warna melankolis dengan paduan minor dan delay tipis yang lembut di telinga.

Salah satu kekuatan utama lagu ini ada di groove-nya yang tidak terburu-buru. Bahkan ketika masuk ke bagian chorus, ketukan tetap stabil — seperti ajakan untuk slow down. Tidak ada drop dramatis, tidak ada hook yang berteriak-teriak. Justru kekuatan lagu ini ada di keterusterangannya yang tenang: “Alone, get nothing pop up on my phone / I want to stay up on my daydream till the end of the day.”

Ada part yang menarik ketika mereka menyisipkan dialog antar tokoh — semacam voice note kasual yang membuat lagu ini terasa hidup dan relatable. Potongan suara seperti “cut me some slack, Doc — it’s Saturday!” mengingatkan kita pada percakapan dengan teman dekat lewat chat, sambil mute semua grup kerja.

Menjelang akhir lagu, tekstur suaranya semakin hangat, dengan layering vokal dan instrumen yang perlahan menebal, tapi tetap tidak meninggalkan kesan ringan. Bagian penutup memberi ruang bagi pendengar untuk tersenyum kecil dan bilang dalam hati: “iya, gue juga butuh waktu sendiri.”

Kolaborasi Sungkeh dan Soome terasa matang namun tetap jenaka. Di balik ketenangan melodi dan nuansa hujan yang menenangkan, lagu “Airplane Mode” adalah bentuk keberanian kecil untuk mengakui bahwa rehat itu perlu. Sebuah lagu yang merayakan hak untuk malas, tanpa merasa bersalah.

Jangan ragu untuk menekan play dan membiarkan “Airplane Mode” membawa kamu ke momen istimewa bersama diri sendiri — tanpa notifikasi, tanpa gangguan, hanya kamu dan alunan hujan yang bersahabat.

[INTRO MAGZ/PUTI CININTYA ARIE SAFITRI]

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment