Peluh Bercampur Kebersamaan di Pelana7, Bandung Diguncang Fengshui

No comments

Hujan tidak berhenti mengguyur Bandung pada 11 April 2026, tapi bukan berarti Pelana7 kosong isinya. Gigs kali ini bukan hanya sekedar nonton musik – dokumentasi – pulang, tapi jadi ajang tegur sapa dan interaksi dengan seluruh lapisan yang hadir (entah itu mutual di sosmed, sesama bagian dari media atau teman yang sudah lama gak muncul di gigs maupun para performer). 

Cuaca di Bandung memang akhir-akhir ini sedang sensitif dan labil, saat penampilan pertama dari gigs ini yaitu Ruh, band psychedelic asal Jatinangor, crowd sedang antusias-antusiasnya mendengarkan alunan musik dengan lighting temaram yang menyelimuti Pelana7. Di tengah dentuman musik psychedelic yang menggema, ada yang asik dengan penampilan ciamik Ruh dan ada juga yang sedang saling bertegur sapa. Ini membuktikan bahwa Fengshui bukan cuma medium nonton musik, tapi jadi ruang interaksi sesama penikmat dan penggiat scene musik. 

Dilanjut dengan keseruan penampilan dari Fizzle, band screamo asal Bandung yang sukses membuat crowd rusuh. Ada kaki yang berterbangan di atas kepala, Crowd ikut berteriak sambil mengepalkan tangan ke udara kuat-kuat atau ada yang asik merekam di belakang karena takut para kaki terbang tersebut menghampiri kepala. Keseruan makin berlanjut walaupun venue terasa penuh dan pengap, bahkan hembusan kipas angin tidak terasa di kulit. Rasanya seperti ingin segera keluar dari venue padahal hujan sedang deras-derasnya. 

Keseruan di Fengshui Pelana7 (dok. Fajar Wijaya S/Intro Magz)

Ada banyak hal yang bisa dilakukan ketika menunggu para performer tampil, seperti tattoo, mengunjungi booth merchandise dari berbagai macam band dan tentu kehadiran Azzer the Creator yang membawa berbagai macam produk andalannya. Hanya saja karena hujan besar, booth di depan Pelana7 terpaksa harus diungsikan. 

Conversation Without Talk sukses melaksanakan “i wish that you’d find me on tour” Jawa-Bali 2026 di Fengshui Pelana7. Bandung jadi titik pertama mereka dalam melaksanakan tour ini. Tidak hanya membawakan lagu-lagu andalan mereka, CWT juga berhasil menggandeng Yaka Supple dalam kolaborasi sebagai penutup penampilan mereka hari itu. Sedangkan hujan diluar makin deras, tetapi tidak mempengaruhi orang-orang yang antusias dalam menyaksikan penampilan band asal Bintaro ini. 

ASHN, band shoegaze asal Bandung juga memberikan angin segar kepada para penikmat musik shoegaze di Pelana7. Membawakan lagu-lagu dari album Wave in Two, sukses membuat para penonton menundukkan kepala diiringi riff gitar penuh efek dan vokal merdu dari sang vokalis. Di akhir penampilannya, ASHN melantunkan lagu milik Whirr yang berjudul “Leave”, disusul dengan aksi crowd surf oleh Nafisa sang vokalis yang berhasil menarik perhatian crowd. 

Fengshui di Pelana7, Bandung (dok. Fajar Wijaya S/Intro Magz)

Keseruan hari Sabtu tidak berhenti hanya disitu, ada Swarm yang berhasil membuat crowd ikut berteriak lewat lagu-lagu screamo mereka. Keunikan band ini ada pada set up stage mereka yang berhiaskan lampu tidur. Seperti biasanya kaki-kaki turut berterbangan diatas kepala, orang-orang melompat-lompat sambil ikut berteriak menirukan sang vokalis. 

“hatchu!” Penampilan yang berhasil mencuri perhatian saya adalah penampilan dari BATDD (Bimbingan Anak Tersiap di Dunia). berhiaskan topi gajah, kuda, pohon anggur dan topi marching band (?) juga anjing, jadi salah satu hal yang sangat segar. Kemunculan band baroque-pop asal Tangerang yang menyisipkan lirik-lirik unik dengan unsur fabel dan teatrikal. Banyak momen-momen yang sangat membekas, yaitu ketika sang gitaris bertopeng kuda melemparkan topeng kudanya ke arah penonton, lalu melaju ke tengah crowd dan memberikan gitarnya ke salah satu penonton. Lalu, sang drummer yang loncat dari atas bangku ketika penampilan hampir selesai. BATDD sangat menyenangkan dan unik. 

Fengshui di Pelana7 diakhiri dengan penampilan spesial Funeruu x Hush. Menjadi closing statement yang menarik, kedua band ini berkolaborasi menyajikan sesuatu yang baru di panggung. Kehadiran saxophone jadi yang paling menonjol. Keseruan penampilan 10 orang di atas panggung terasa penuh dan sesak, tapi itu letak asiknya. Tidak pernah menyangka kehadiran 10 orang mampu menciptakan suasana yang baru dan seru. Kali ini, crowd sangat ekspresif, ada yang berusaha naik dan ikut memainkan alat musik, ada yang terbang kesana kemari, ada yang saling dorong dan loncat. 

Intinya, Fengshui berhasil mengguncang Bandung di tengah cuaca yang tidak menentu.  Keseruannya memang sudah berakhir, tapi rasanya kalau Fengshui ada lagi, akan jadi ruang berinteraksi dan berekspresi yang asik. 

Also Read

Bagikan:

Leave a Comment